Senin, 29 Januari 2018

ketahui makanan yang dapat mengurangi risiko kanker payudara

ketahui makanan yang dapat mengurangi risiko kanker payudara,- Sesungguhnya, tidak ada makanan yang terbukti bisa mencegah atau menyembuhkan semua jenis kanker, termasuk kanker payudara. Tapi kabar baiknya adalah, ada banyak makanan yang dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan dan mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko utama kanker payudara, jadi makan dengan baik dan menurunkan berat badan merupakan langkah awal yang sangat baik untuk menurunkan risiko kanker payudara Anda, demikian dikatakan Alexandra Rothwell, RD, CDN, spesialis nutrisi onkologi.

Peradangan juga terkait dengan kanker payudara dan kelebihan berat badan, itulah sebabnya Rothwell menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang dapat membantu menjaga kadar gula darah dan peradangan agar tetap terkendali.

Berikut ini makanan yang dapat mengurangi risiko kanker payudara 

Kedelai

Kedelai memiliki senyawa seperti estrogen, dan estrogen telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker. Tapi makan kedelai tidak menyebabkan kanker payudara.

Faktanya, beberapa penelitian menyebutkan kedelai dapat mengurangi risiko kanker payudara. Namun, ada pengecualian: Jika Anda adalah pembawa gen mutasi BRCA2, kedelai dapat meningkatkan risiko Anda, menurut penelitian 2013 yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, yang menemukan bahwa produk kedelai menurunkan risiko pada pembawa kanker payudara.

Rothwell setuju bahwa, secara umum, Anda bisa menikmati kedelai sebagai bagian dari makanan sehat tanpa rasa takut itu akan menyebabkan kanker payudara. "Pastikan Anda mengonsumsi produk kedelai organik utuh seperti kacang, tahu, dan tempe, karena Anda tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh pengolahan," katanya.

Buah-buahan dan sayuran rendah gula

Penelitian telah menemukan bahwa pola makan nabati dapat mengurangi risiko kanker payudara. Semakin banyak antioksidan dalam diet, semakin rendah risiko kanker payudara, menurut sebuah studi tahun 2015. Selain itu, serat yang ditemukan dalam buah dan sayuran dapat memicu kemampuan mereka untuk mengurangi risiko penyakit mematikan itu, seperti yang dilaporkan dalam jurnal European Journal of Nutrition 2011.

Rothwell merekomendasikan makan sayuran seperti brokoli, kol, dan kembang kol, serta bawang merah dan bawang putih dan jamur Asia (Shiitake, Cina hitam, dan tiram) pada khususnya.

Sedangkan untuk buah makanlah buah dengan varietas rendah gula, seperti buah beri, dan batasi buah dengan gula tinggi, seperti pisang, nanas, dan mangga, agar kadar gula darah Anda tetap normal.

Ikan

Salmon, sarden, dan mackerel adalah ikan yang disarankan oleh Rothwell untuk makanan Anda karena merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. "Kami tahu bahwa omega-3 membantu mengurangi peradangan di tubuh," katanya. "Anda juga bisa makan kenari dan biji jika Anda menginginkan sumber hewani."

Dan seperti minyak zaitun, makan lebih banyak omega-3 juga dapat mengurangi kepadatan payudara, menurut sebuah studi tahun 2014 tentang Cancer Causes & Control.

Minyak zaitun

Di atas semua manfaat kesehatan lainnya yang terkandung dalam minyak zaitun, lemak sehat juga berguna dalam mengurangi risiko kanker payudara. Sebuah studi yang diterbitkan pada September 2015 menemukan bahwa menambahkan 4 sendok makan minyak zaitun extra-virgin ke makanan yang kaya buah dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 68%.

Minyak zaitun bisa disertai manfaat tambahan terkait dengan kepadatan payudara, yang merupakan faktor risiko kanker payudara lainnya. Sebuah studi tahun 2014 terhadap lebih dari 3.500 wanita menemukan bahwa mengkonsumsi 1,5 sendok makan minyak zaitun setiap hari dikaitkan dengan kepadatan payudara yang lebih rendah.

Baca juga:


Kamis, 21 Desember 2017

Ketahui tentang kanker payudara pada pria

Ketahui tentang kanker payudara pada pria,- tidak hanya terjadi pada wanita, pria juga bisa menderita kanker ganas ini. Pada wanita, estrogen mempengaruhi pertumbuhan payudara, sedangkan pada pria testosteron lah yang bertanggung jawab atas pertumbuhan payudara. Itulah sebabnya payudara pria terlihat lebih kecil. Untuk mengetahui lebih dalam tentang kanker payudara pada pria, fakta menarik berikut ini.

Karsinoma duktal invasif adalah jenis yang paling umum dari kanker payudara pada pria.

Mutasi pada gen tertentu dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

Risiko kanker payudara pada pria meningkat dengan adanya peningkatan kadar estrogen, paparan radiasi, dan riwayat keluarga.

Kanker payudara jarang terjadi pada pria. Itu hanya menyumbang sekitar 1 persen dari semua kasus kanker payudara.

Meskipun penyebab sebenarnya belum di ketahui, para ahli mengatakan bahwa faktor genetik dan kondisi lingkungan dapat meningkatkan faktor risiko kanker payudara pada pria.

Untuk membunuh sel kanker payudara, tetapi seperti kemoterapi, terapi hormonal dan radiasi. menjadi prosedur perawatan yang bisa dijalani oleh pasien.

Salah satu gejala paling paling menonjol dari kanker payudara pada pria adalah pembentukan benjolan pada kulit yang berada tepat di bawah puting.

Meskipun kanker payudara jarang terjadi pada pria, itu bisa dipicu oleh kadar estrogen yang terlalu tinggi atau paparan radiasi.

Ini beberapa fakta yang perlu anda ketahui tentang kanker payudara pada pria. semoga bermanfaat.

kedelai musuh bagi pasien kanker payudara

kedelai musuh bagi pasien kanker payudara,- Protein dalam kedelai diketahui bisa meningkatkan aktivitas gen yang berkaitan dengan pertumbuhan kanker payudara pada wanita yang sudah memiliki kanker payudara, ungkap sebuah penelitian terbaru. Namun peneliti menjelaskan bahwa hal ini sebaiknya tak membuat pasien kanker payudara ketakutan untuk makan kedelai.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the National Cancer Institute mengungkap bahwa wanita yang memiliki kanker payudara masih boleh mengonsumsi kedelai atau produk kedelai seperti tahu. Namun sebaiknya tidak terlalu banyak. Lantas, bagaimana dengan wanita yang tidak memiliki kanker payudara? Apakah kedelai bisa memicu munculnya kanker payudara?

“Penelitian ini tidak menunjukkan apakah kedelai bisa meningkatkan risiko terkena payudara pada wanita normal,” ungkap peneliti Dr Jacqueline Bromberg dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center di new York City.

Hingga saat ini kaitan antara protein pada kedelai dan kanker payudara cukup rumit. Di satu sisi, wanita Jepang yang makanannya kebanyakan berasal dari kedelai justru memiliki risiko kanker payudara yang rendah. Sementara itu, secara ilmiah diketahui bahwa kedelai mengandung phytoestrogens, yaitu zat yang bisa memicu pertumbuhan tumor payudara.

Dalam penemuan terbaru ini Bromberg dan koleganya melakukan pengamatan terhadap 140 wanita yang baru didiagnosis terkena kanker payudara menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi protein kedelai setiap hari selama satu sampai empat minggu, sementara kelompok lain diberi bubuk susu.

Meski dalam waktu singkat penelitian ini menemukan bahwa 20 persen pasien kanker payudara yang mengonsumsi protein kedelai menunjukkan aktivitas gen pemicu kanker yang tinggi. Namun belum jelas apa akibat dari bertambahnya aktivitas gen pemicu kanker payudara ini karena peneliti tak menemukan adanya bukti bahwa tumor berkembang menjadi tidak terkendali.

Meski begitu, untuk amannya peneliti menyarankan agar wanita yang sudah terkena kanker payudara tidak mengonsumsi banyak kedelai atau suplemen protein kedelai. Peneliti juga berasumsi bahwa efek protein kedelai berkaitan dengan waktu konsumsinya. Kemungkinan jika dikonsumsi pada saat muda, protein kedelai tak akan memicu munculnya kanker payudara. Namun untuk itu peneliti masih membutuhkan penelitian lanjutan dalam skala yang lebih besar.

Fakta dan Mitos Seputar Kanker Payudara

Fakta dan Mitos Seputar Kanker Payudara,- banyak sekali mitos seputar kanker payudara yang beredar di sekitar anda. Bahkan, tidak sedikit juga yang salah tafsir mengenai kanker payudara yang bisa menyesatkan anda. Maka dari itu, ketahui fakta dan mitos seputar kanker payudara berikut guna menambah pengetahuan anda.

Beberapa mitos dan fakta seputar kanker payudara di antaranya:

Mitos: Wanita yang memiliki payudara kecil, berisiko lebih kecil terkena kanker payudara.

Fakta: Ukuran payudara sama sekali tidak mempengaruhi risiko terkena kanker payudara. Namun, payudara yang berukuran besar akan sulit untuk mendeteksi kanker payudara.

Mitos: Kanker payudara adalah penyakit turunan. jadi hanya wanita yang memiliki latar belakang keluarga pengidap kanker lah yang dapat terkena kanker payudara.

Fakta : Sekitar 70 persen wanita penderita kanker payudara justru tidak memiliki riwayat keluarga pengidap kanker. Namun,, jika ada keluarga yang terkena kanker payudara, misalnya ibu atau saudari sendiri, itu artinya risiko anda terkena kanker payudara akan meningkat.

MitosL pemeriksaan secara rutin dengan mammograms dapat meningkatkan risiko kanker payudara akibat radiasi.

Fakta : Hal ini memang benar, bahwa mammograms menggunakan radiasi. Tetapi jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan manfaat dari tes tersebut. Mammograms dapat mendeteksi adanya benjolan jauh lebih dulu sebelum anda merasakan adanya masalah di payudara anda.

Mitos: menggunakan bra berkawat dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.